Caramel Mousse Cake

Goodiebake.com: Mama mertua saya yang meski sudah pensiun beberapa tahun yang lalu namun sampai saat masih dikaryakan di tempatnya bekerja sebagai konsultan di bidang kesehatan yang merupakan kebanggaan tersendiri menurut saya. Karena aktivitas seperti ini bagi orang tua seusia beliau akan memperkecil kemungkinan terkena penyakit pikun.

CIMG9213
Aktivitas bekerja termasuk menjalin hubungan dengan banyak orang juga melatih syaraf dan otak kita untuk tetap sehat. Nah, ada seorang teman sesama konsultannya yang katanya sering menceritakan buah hatinya yang masih berumur 1 tahun. Saya tidak diberi tahu siapa dan apa secara detail, namun orang muda ini baik sekali. Saya yakin mereka berdua masing-masing sering bercerita tentang balita, mama mertua tentu saja tentang cucunya, Ammar dan kawannya tentang anak balita laki-lakinya. Hal ini sudah pasti akan menjadi kenangan manis tersendiri yang tak mudah terlupakan oleh karena kepikunan.

Ketika anaknya berulang tahun, souvenirnya dikirimkan melalui mama mertua untuk Ammar. Begitu pula ketika Ammar ulang tahun minggu lalu, kadonya dikirimkan melalui mama mertua. Sementara kami belum pernah membalas kebaikannya. Untuk itulah saya mesti memikirkan “balikan”nya. Maka terpilihlah Caramel Mousse Cake ini yang saya ambil dari booklet Orchid Butter.

Tentu saja saya bikin 2x resep di bawah, 1 untuk dikirim (loyang kotak ukuran 20cm), lainnya untuk di rumah (loyang bulat 18cm).

Alhamdulillah, enak dan laku keras :p

Caramel Mousse Cake
Booklet Orchid Butter

Bahan cake:
65g mentega
65g tepung terigu kunci biru
75g susu cair
100g (2-3 butir) kuning telur, kocok lepas
1/8 sdt esesns vanilla
200g (3 butir) putih telur
1/4 sdt garam
1/4 sdt cream of tartar
125g gula pasir

Bahan mousse karamel:
250g krim kental – saya pake Rich
75g gula pasir
250ml susu cair
20g maizena – saya cairkan dengan sedikit susu
50g milk cooking chocolate, potong kasar – saya campur dengan DCC karena kurang quota
1/8 sdt garam
2 kuning telur
5 (60g bubuk) lembar gelatin, rendam, peras. – saya cuma punya 38g untuk 2 resep

CAKE. Lelehkan mentega, angkat dari kompor. Masukkan terigu, aduk sampai kalis – kalo langsung licin juga oke.
Hangatkan susu, tuang ke kuning telur. Aduk rata. Tambahkan esens vanilla. Aduk rata.
Tuang sedikit-sedikit ke campuran terigu sambil diaduk sampai licin. Sisihkan.
Kocok putih telur, garam, cream of tartar sampai setengah mengembang. Masukkan gula sedikit-sedikit sambil dikocok sampai mengembang.
Masukkan adonan terigu sedikit-sedikit ke dalam kocokan putih telur sambil diaduk perlahan.
Tuang ke loyang diameter 22×4 cm beralas kertas.
Panggang 45 menit dengan suhu 160c dengan cara au bain marie (direndam air panas). Cara ini kurang berhasil untuk saya. Mungkin airnya kurang panas, jadi bagian bawah cake bantet. Menurut saya dipanggang biasa juga oke.

MOUSSE. Kocok krim kental sampai setengah mengembang. Dinginkan di kulkas.
Gosongkan gula pasir, masukkan susu cair. Aduk larut. Aduk rata campuran susu, maizena dan garam. Rebus dengan api sedang sampai meletup-letup dan kental. Masukkan cokelat, aduk larut, angkat. Masukkan kuning telur, aduk rata. Masak lagi sampai matang. Tambahkan gelatin, aduk larut. Angkat. Tuang adonan cokelat sedikit-sedikit ke dalam kocokan krim sambil dikocok perlahan.

PENYELESAIAN. Belah 2 cake. Letakkan selembar cake di ring bulat. Tuang sebagian mousse. Tutup cake. Tuang sisanya. Dinginkan semalaman. Hias sesuai selera.

Soto Betawi

Goodiebake.com: Ngga ada yang istimewa dari resep ini sih, mungkin teman-teman juga bisa mendapatkan resepnya dari blog serupa. Yang lebih simple lagi, ya beli di warteg atau penjual soto sop khusus (bukan photoshop ya). Tapi ini juga top markotop buat sahur dan berbuka heheheh.

CIMG6851-1
Tapi yang terpenting dalam membuat soto ini menurut saya adalah harus berani bumbu, dan ini termasuk mudah ketimbang soto ayam yang complicated itu. Tahu sendiri kan, masakan Indonesia itu susah. Banyak bumbunya dan racikannya harus pas, kalo salah, susah banget betulinnya. Ini sering banget saya alami. Maka, jenis makanan seperti ini lebih baik saya buat di akhir minggu, jadi cukup waktu untuk semedi dulu heheheheh.

[Soto Betawi]

Bahan:
500g daging sapi has dalam
200ml santan instan
200ml susu cair
1000ml air

Bumbu utuh:

3 lembar daun salam
3 batang serai
1 ruas jahe, memarkan
1 ruas laos, memarkan

Bumbu halus:

13 butir bawang merah
1.5 sdt merica bubuk
Minyak secukupnya untuk menumis

Pelengkap:

Emping goreng
Daun seledri cincang
Daun bawang (optional)
Tomat, potong dadu
Jeruk nipis, iris
Sambal rawit rebus

Cara Membuat:

Siapkan air dalam panci, masukkan daging saat air mulai bergelembung. Rebus sampai empuk dengan bumbu utuh supaya meresap.
Tumis bumbu halus sampai harum lalu tambahkan santan, susu dan garam, didihkan. Angkat.
Sajikan dengan pelengkap.

Stup Roti Penuh Kenangan

stup roti

Goodiebake.com: Setiap kali saya bikin ini, pasti yang terkenang adalah bulan puasa. Kenapa? Karena si mama pasti bikin menu ini minimal sekali selama bulan puasa. Rasanya adeeeeemmm banget nyeruput kuah Stup Roti ini setelah seharian nahan lapar, terlebih jika dihidangkan dingin. Wuidiih….selangit! *lebay*

Waktu saya masih jadi anak kost, cuma ini pula yang paling sering saya buat, selain bahannya mudah didapat, cara bikinnya juga jauh dari ribet. Simpan aja di kulkas, tahan seminggu deh. Lumayan buat ganjel perut malem-malem.

Buat saya menu ini memang punya efek sentimentil tersendiri, selain jadi ingat mama dan kangen rumah, saya juga jadi terkenang masa-masa gadis di rumah kost dulu. Menu ini pula yang menjadi debut pertama *halah* konten blog saya sebelum diberi nama Goodiebake 😛

Hmm…

[Stup Roti]
4 porsi

6 lembar roti tawar
200 ml susu cair
250 ml air, campur dengan 65 ml santan instan
2 – 3  sdm gula pasir, sesuai selera
90 ml susu kental manis (2 sachet)
1 lembar daun pandan

Cara Membuat:
Potong roti menjadi 4 bagian lalu susun dalam pinggan tahan panas.
Campur susu cair, santan, susu kental manis, gula dan pandan simpul lalu jerang diatas api sampai mendidih sambil diaduk.
Tuang perlahan keatas susunan roti, tutup dab biarkan meresap.
Stup roti siap dihidangkan dalam keadaan hangat. Tapi dingin lebih mantap!