Budget meal: Tenderloin Steak with Mesclun Salad

image

Weekend waktunya masak dan makan enak untuk perbaikan gizi yang murah meriah hehehe.

Dengan modal dibawah 100ribu, kami bisa menikmati daging panggang tanpa lemak alias tenderloin di rumah dengan salad yang cukup mewah, bukan sekedar tumis sayuran beku berisi kacang polong, buncis, jagung dan wortel seperti kebanyakan sajian di restoran steak.

Saya beli daging di toko daging, Indoguna, Pasar Santa. Cukup mengeluarkan kocek sekitar 52ribu untuk 300gram trimmed tenderloin. Ini adalah daging paha bagian dalam, saya asumsikan ini adalah bagian sisa makanya disebut trimmed. Cukup memuaskan untuk dibuat steak ala minute karena tidak terlalu tebal.

image

Selanjutnya saya mampir ke Total Buah untuk membeli salad dengan, ketemulah 100gram mesclun dengan tomat ceri sekitar 24.700 rupiah dan paprika hijau sekitar 10ribu.

Yuk kita olah dengan bahan yang ada di rumah 🙂

Budget meal: Tenderloin Steak with Mesclun Salad and Buttered Potato.
By Ade Sri, Goodiebake.com
Untuk 2 porsi.

Bahan Steak:
300g Trimmed tenderloin
1 siung bawang putih cincang
2 sdm extra virgin olive oil
1/4 sdt rosemary kering siap pakai
Garam dan merica hitam secukupnya.

Bahan Pelengkap:
2 buah kentang
1 sdt mentega
Sedikit minyak
Air untuk merebus
Garam, merica, oregano secukupnya

Bahan Mesclun Mix Salad:
100g mesclun salad dengan tomat ceri siap pakai
1-2 buah paprika hijau, potong dadu
2 buah tomat merah yang ada di rumah, potong dadu buang biji

Vinnaigrette Dressing:
1 sdt Dijon mustard
1 siung kecil bawang putih cincang
3 sdm jus jeruk nipis
125 ml extra virgin olive oil
Garam dan merica hitam secukupnya

Cara Membuat:
Steak. Campur semua bumbu dalam mangkuk, rendam daging selama 15 menit. Saya rendam semalaman di kulkas.

Panaskan teflon pan, masak di atas teflon kering masing-masing sekitar 2-3 menit. Saya suka tingkat kematangan “medium” jadi ngga alot. Angkat dan tiriskan di rak kawat supaya daging tetap lembab.

Buttered Potato. Bersihkan kentang, potong dadu. Rebus dengan air garam sampai matang. Angkat dan tiriskan.

Panaskan wajan anti lengket, lelehkan mentega dengan sedikit minyak supaya mentega ngga hangus. Tumis kentang selama 2-3 menit, bumbui dengan oregano, garam dan merica. Siap disajikan.

Salad. Cuci bersih salad dan tiriskan. Ciprati dengan saus vinnaigrette.

Vinnaigrette. Siapkan toples kaca kecil bekas selai. Masukkan semua bahan, tutup lalu kocok sampai rata dan mengemulsi. Jangan lupa dicicip dulu, siapa tau.kurang asam atau terlalu asin hehehe.

Enjoy!

Olive Oil untuk Makanan dan Kosmetik

Sebagai kepanjangan dari posting saya sebelumnya tentang the amazing of olive oil, saya jadi terinspirasi untuk berusaha selalu menggunakan dan mengkonsumsinya setiap hari. Saya mulai mengaplikasikannya pada makanan dan make-up saya sehari-hari hehehe. Sayangnya setelah nyoba hunting, sampe sekarang belum ketemu tuh olive oil versi Yunani yang katanya paling bagus ketimbang buatan Italia yang biasa saya beli.

Gambar: pinjem dari iFoodTV

Gambar: pinjem dari iFoodTV

Yup, saya memang selalu beli olive oil buat stock di rumah sejak lama, botol kecil-kecil aja. Awalnya, penggunaanya sangat terbatas di makanan tertentu saja terutama untuk anak saya, Ammar. Itupun versi mild atau light olive oil, mengingat harganya yang cukup menguras kocek. Tapi dipikir-pikir, lebih baik investasi untuk pencegahan daripada bayar pengobatan di kemudian hari. You know what I mean? Harga 60-70 ribu per 500ml per bulan masih lebih murah daripada 1 pil anti kolesterol seharga 30 ribu/hari yang dikonsumsi mama saya sejak beberapa tahun lalu.

Trus diapain tuh olive oilnya?

Yang pertama, hehehehe, biasalah, buat dressing salad. Jika sebelumnya saya lebih sering memilih Thousand Island sebagai saus salad, kini saya pilih home-made dressing tipe vinaigrette yang pernah saya posting juga disini. Vinaigrette ini berbahan dasar cuka (saya pilih pake jus lemon), minyak, garam, dan herbs (bumbu tumbuhan). Minyaknya tentu, olive oil, sementara herbs tergantung yang ada, bisa seledri, peterseli, daun ketumbar, oregano, thyme, basil – pokoknya untuk menghilangkan bau khas olive oil, plus merica hitam. Bikinnya tidak sesulit yang dibayangkan, campur dan kocok saja atau malah drizzle and toss. Rasanya lebih enak dan bisa disesuaikan dengan selera.

salad500

Saya pehobi salad dengan sayuran mentah terutama bell pepper yang garing dan setiap hari saya buat salad yang isinya tergantung bahan yang ada, 2-4 jenis sayuran aneka warna (mentah atau kukus), kombinasikan dengan pasta (penne, kerang, makaroni, dll), tuna kaleng, smoked beef, sosis, telur rebus…apa aja, pokoknya bersaus olive oil. Bumbunya ala French Dressing, minus gula, mustard dan bawang putih. Segar dan mengenyangkan buat sarapan lho.

Sebetulnya bukan saja untuk salad dan makanan utama, kue juga bisa. Saya ingin mencobanya sesekali. Kalau disini kan hanya untuk frostingnya aja. Nah, saya pingin coba dalam baking. Kapan-kapan ya.

Kedua, 1-2 tetes olive oil saya campurkan pada lotion yang saya gunakan, baik untuk pelembab siang, malam maupun body lotion. Hasilnya emang beda, lebih halus dan lembut rasanya di kulit. Di pasaran juga sudah banyak produk-produk kosmetika yang menggunakan ekstrak olive sebagai bahannya. Namun daripada beli, lebih baik saya campur saja ke kosmetik yang biasa saya pakai. Murmer dan aturable hehehe.

Tuna Pasta Salad

CIMG6633

[GOODIEBAKE.COM] Suatu sore, kami sekeluarga diundang seorang sahabat yang datang jauh dari negeri seberang untuk makan bersama di rumahnya. Kami sudah bersahabat sejak di SMA. Mungkin karena beberapa kesamaan sifat, visi, suka dan duka yang membuat kami tetap menjalin hubungan layaknya saudara sampai saat ini. Kami sama-sama stuborn dan determined, bedanya saya lebih bisa diajak kompromi hahaha. Perbedaan lain, sahabat saya sudah melanglangbuana ke Eropa dan Asia bersama suaminya, sementara saya tetap disini. Di negeri tercinta Indonesia *halah*.

Hari itu syukuran ulang tahun keponakan kecilnya. Kami diundang karena rindu. Bertahun-tahun saya tidak berkunjung ke rumah keluarganya dengan alasan sibuk yang mereka maklumi.

Pada sajian yang berjejer di meja makan, saya tertarik dengan yang satu ini. Hmm…salad.

Oh, ada paprikanya! *Ngeces*

Tunggu…tunggu…ada tunanya juga! *menitikkan air mata – lebay*

Yes! Like this. *Pasang jempol ala Facebook*.

Setelah diicip-icip, rasanya saya bisa bikin ini tapi paprikanya tidak direbus biar crunchy. Dan bahannya saya buat sesukanya.

Arrghhh saya cinta sekali salad ini.

tuna salad[Tuna Pasta Salad]
4 porsi

Bahan:

100g pasta kerang/penne/spiral/macaroni, rebus sesuai instruksi pada kemasan
100g buncis potong-potong 2-3cm
100g tuna chunk in water kalengan
50g capsicum/paprika merah, potong julienne (korek api)
100g wortel, potong julienne
Seledri secukupnya

Saus:
1 siung bawang putih
1 sdt merica hitam halus
2-3 sdm jus jeruk lemon
3 sdm minyak zaitun atau minyak tuna jika menggunakan tuna chunk in oil
Sedikit garam
Campur pada toples kecil lalu kocok.
Tambah parutan kulit jeruk kalau ada.

Cara Membuat:

Rebus terpisah sayuran kecuali capsicum sampai asal layu saja, angkat dan rendam air dingin.
Campur pasta dan rebusan sayuran.
Aduk dengan saus lemon dan taburi seledri.