DoubleTree Cookie Baking: Fun!

image

Suatu kehormatan bagi saya diundang DoubleTree by Hilton untuk jadi pastry chef lucu-lucuan di acara DT Cookie Baking, Selasa, 22 Oktober lalu.

image

Bersama 6 orang teman baru–satu diantaranya sudah biasa ketemu, berlokasi di Cikini Jakarta Pusat, kami bersama-sama membuat DoubleTree Chocolate Chips Cookies dipandu Pastry Chef Marina yang cantik. Really fun!

image

Signature cookies yang selalu diberikan kepada setiap tamu saat check-in di seluruh Hotel Hilton di dunia ini resepnya kini ada di tangan 7 orang blogger ini, hati-hati lho, Chef! Hahaha.

image

Cookies dengan butter, walnut dan 20-an lebih keping cokelat yang berukuran jumbo ini biasanya disajikan hangat-hangat. Sweet and chewy.

image

DoubleTree by Hilton yang mengedepankan makanan dan dessert lokal ini punya juga menu makanan penutup andalan lho, diantaranya Pepes Kopyor, Klappertaart dan Sweet Klepon Ubi.

Pepes Kopyor ini cukup unik, Foodies. Tampilan aslinya dibungkus daun pisang yang isinya roti tawar, kelapa muda, susu, gula dan vanila yang kemudian dikukus. Persis seperti stup roti yang biasa saya bikin di rumah.

image

Seusai memanggang cookies, kami dijamu High Tea di T Lounge yang tersedia mulai 15:00-18:00 WIB. Kami disodorin minuman yang juga tradisional banget; Sri Wedari dingin segar yang berisi semangka, apel dan jeruk.

image

Ada juga versi hangat, Wedang Rempah Gula Merah yang dapat menghangatkan tubuh karena terbuat dari teh hitam, jahe bakar, lengkuas, kapulaga, star anis, daun rosemary, batang seledri dan disajikan dengan brown sugar. Enak!

Yang penasaran sama tempat ini, cekidot alamatnya yes:

image

DoubleTree by Hilton
Jakarta – Diponegoro
Jl. Pegangsaan Timur no.17
Cikini – Menteng, Jakarta Pusat 10310
Indonesia
+6221-31904433
Ms. Ratrie Tathia – MarCom Coordinator

Review: Loobie Lobsters & Shrimp

We eventually got to dine-in at Loobie Lobsters & Shrimp together, I, hubby and Ammar last week.

Located at jl. Gunawarman no.32, Senopati, Jakarta Selatan, this tiny resto ensured there were no empty space in our tummy.
image

The menu available in choices of weighted whole/ 500 grams/ 250 grams lobsters and shrimps, local and imported, to offer more convenient size portion with affordable price. There is also combo menu at IDR 140K for two (included drinks) which valid on Tuesdays.

image

Started with ice tea which really surprised me of the size that I could shared it with Ammar, followed by ordering 1 portion mix platter as they recommended. The drink costs IDR 13,5K and the platter costs IDR 140K.

image

This reasonable price of platter came in a half slice of local lobster, sliced big whole local shrimp, a crunchy yet chewy calamari and a cupped rice. Wow!

Although I came in starving to death, I could not finished them all and hubby & Ammar were not helping at all hahaha.

image

There are 2 choices of sauces, chilli garlic and sambal matah (matah means raw) contains raw chillies, raw onion marinated in hot boiling oil. I recommend sambal matah as what hubby choosen, as I thought chilli garlic will come in chilli with garlic but apparently it is chilli sauce which contains garlic, a ‘lil bit salty that goes well with the calamari.

image

Hubby had ordered the best choice, I guess, MLB 500 grams which costs about IDR 162,5K. An imported sliced lobster which were more juicy, meatier and tastier than mine. The menu came in big lobster, calamari and rice. No empty space in his tummy after.

Ammar loved the Tiramisu he ordered which costs IDR 15K but did not really enjoy the main course.

image

Our family meal costs around IDR 386K for the whole happy three of us.

I notice that this Holycow group member’s resto has a bit salty signature dish but it is good with reasonable price and for sure we’ll SEA you again, Loobie!

Mamma mia! Massimo Pizzeria!

Bukan kebetulan, jika bertepatan di bulan lahirnya pejuang kesetaraan perempuan ini saya mengangkat tulisan tentang sebuah resto yang dimiliki oleh seorang perempuan juga. Yap, Massimo Pizzeria, sebuah rumah makan berkonsep Italian Food yang baru saja dibuka akhir Maret ini memang berasal dari tangan dingin Indri. Wanita berdarah Jawa yang sebelunya telah sukses membidani lahirnya Basilia, healthy food resto di kawasan Simpang Lima Semarang.

massimo

Senada dengan Basilia yang memiliki spesialisasi organic food, Massimo Pizzeria juga berkonsep serupa. Bedanya, Massimo Pizzeria membatasi diri pada sajian Italia semata.? Pizza jelas jadi andalan utama dong..

Saat food tasting, status Massimo Pizzeria memang masih soft opening sehingga buku menu pun masih sangat ala kadarnya. Tapi urusan rasa dan bahan jauh dari ala kadarnya. Mbak Indri yang bersuamikan pria Eropa ini sungguh nggak main-main memanjakan lidah pelanggannya lho! Dan karena food tasting kali itu adalah special occasion, maka menu demi menu pun berhamburan ke meja… Hore!

Menu pertama tentu saja pizza! Yang selalu saya suka dari resep racikan mbak Indri adalah pizza dough-nya tipis dan crispy sehingga nggak bikin blenger.  Sebagai pemilik perut kecil, tips untuk bisa makan banyak tentu saja membatasi asupan karbohidrat. Nah, dengan roti yang tipis ini tentu saja lambung saya masih bisa menambah kapasitasnya .. lalalala…

page11

Seperti inilah penampakan Pizza Al Tonno (gambar 1) yang toppingnya didominasi tuna.  Sebaiknya makan pizza jangan dicocol saus sambel. Tetesan Tabasco lebih pas mengimbangi gurihnya tuna tanpa merusak rasa pizza.

Selain pizza, rupanya malam itu saya harus merelakan diri jadi “kelinci percobaan” dari dapur Massimo yang tentu saja enak-enak semua! Mbak Indri menyebut yang satu ini Cabbage Rollade (gambar 2): daging sapi cincang dan wortel dibungkus helaian kol kemudian dikukus dan disajikan bersama kuah kaldu. Meski membuatnya sangat sederhana, nyatanya tetap istimewa!

Oh ya, sebelumnya kami juga dipersilakan mencicipi Sour Dough Bread (gambar 3), roti dengan rasa agak masam khas Eropa. Dari teksturnya yang kasar kelihatan sekali kalau roti ini memang kaya serat dan dibuat dari tepung gandum. Uniknya, Sour Dough Bread juga disisipi biji bunga matahari lho. Penyajiannya cukup dioles unsalted butter dan selai. Ehm, strawberry jam (gambar 4) yang jadi teman makan si roti ini juga homemade lho! No preservatives and low calorie at all! Wah, menunjang banget buat hidup sehat! Homemade strawberry jam racikan mbak Indri juga menjadi salah satu oleh-oleh layak beli deh. Satu botol selai seperti pada gambar dibandrol 25,9rb aja hehehe promosi

Sebagai penutup, ada dua sajian pie yang bener-bener sayang kalau kelewat. Blueberry pie dan apple pie (gambar 5). Saya sih lebih suka apple pie-nya karena rasanya yang sedikit asam segar. Kulit pie-nya yang menyerupai butiran pasir kasar enak banget, padahal saya bukan penyuka makanan manis.

Sebagai sebuah family resto, Massimo Pizzeria yang berlokasi di Jalan Sultan Agung ini desainnya cukup homey.  Konsep healthy Italian food yang diusungnya akan lebih lengkap lagi jika ditunjang oleh ruangan bebas asap rokok.  Harga yang dibandrol dijamin nggak akan bikin kantong jebol. Seporsi pizza yang katanya small (tapi ternyata size-nya setara pizza Amerika ukuran medium itu) hanya 45rb. Oh ya kalau ke sini jangan lupa cobain lasagnanya yang memang juara ya!

Massimo Pizzeria Semarang, Italian Cuisine.
Alamat Jalan Sultan Agung No. 96 Semarang.
Nomor Telepon: 024 70502679.
(Satu deretan dengan Samudra Seafood /Bakso Kumis tikungan arah Papandayan)
Jam buka 08.00 – 24.00 WIB.

ENO