KBB#25: Fresh Strawberry Scones for Devonshire ‘Birthday Party’ Tea with KBB

Wow, Klub Berani Baking (KBB) berulang tahun yang ke-4! Kalo balita, KBB ini lagi lucu-lucunya hehehe. Seneng banget berada di komunitas ini, ngga berasa 5 tantangan sudah saya lewati dengan suka dan duka. Setiap tantangan yang diberikan KBB harus berani saya coba tapi yang paling berat adalah membuat laporannya hahahaha!

Tantangan-tantangan yang diberikan KBB bukan merupakan lomba berhadiah namun lebih kepada menunjukkan komitmen para anggotanya untuk tetap eksis di komunitas ini dengan mencoba berbagai pengalaman dalam teknik per-baking-an yang mampu membuka wawasan tiap anggotanya. Bukan keberhasilannya yang direkam tapi keberanian dan langkah-langkah pembuatannya yang akan meloloskan anggota akan tantangan 2 bulanan ini. Seru ya!

KBB#25 Fresh Strawberry Scones_Ade Sri

Nah, di tahun ke-4 ini KBB mengambil tema KBB#25 Devonshire ‘Birthday Party’ Tea dengan Scones sebagai tantangannya.
Karena resepnya bebas, saya memutuskan bikin Fresh Strawberry Scones daripada resep yang diberikan KBB.

Devonshire tea adalah sebuah sajian minum teh khas Inggris yang konon berasal dari daerah Devon, dimana scones disajikan bersama clotted cream dan selai. Clotted cream merupakan krim kental yang kandungan lemaknya sangat tinggi, sehingga tidak banyak dikonsumsi.

Scones berasal dari kata sconbrot, merupakan ‘roti’ khas Skotlandia yang pada akhirnya diadaptasi oleh masyarakat Inggris menjadi makanan khas Inggris yang pembuatannya hanya meliputi tiga bahan utama: tepung, mentega dan susu. Tekstur scones haruslah ringan, dan tidak berat dan tidak basah seperti brownies, dengan demikian baking powder banyak digunakan sebagai bahan pengembang.

Rasa scones bermacam-macam, namun secara tradisional, scones disajikan plain dan tidak memakai banyak gula. Selain itu, scones populer dipanggang bersama cincangan kurma, kismis, sultanas, atau currants.

Pengalaman saya bikin Strawberry Scones ini, adonannya terlalu lembek dan ngga tau kalo ternyata boleh ditambah tepung supaya jadi lembut dan bisa dibentuk. Alhasil saya scoop saja dan sisanya saya panggang bak muffin hahahaha *gelo*. Hasilnya enak dan lembut 🙂

Terima kasih KBB, mari bersulang teh bersama *angkat cangkir*

Resep Dasar Scones
Sumber: Edmonds Cookery Book, NZ.
Untuk 12 potong

3 cups tepung terigu
6 sdt baking powder
¼ sdt garam 75g mentega
1 – 11/2 cup susu segar ekstra susu

Ayak tepung, baking powder, dan garam ke dalam mangkuk. Masukkan mentega dan remas hingga berbulir2 seperti remah roti. Tambahkan susu dan aduk cepat menggunakan pisau sampai adonan lembut. Gilas beberapa kali. Tabur tepung sedikit ke atas baking tray. Letakkan dan tekan-tekan adonan scones di atas baking tray. Iris 12 potongan yg sama. Sisakan jarak 2cm antara satu scones dengan yang lainnya. Olesi susu segar di atas scones. Panggang dengan oven 220C selama 10 menit atau hingga matang kecoklatan.

Date Scones – Tambahkan ¾ cup kurma cincang, 1 sdM gula dan ½ sdt bubuk kayu manis ke dalam tepung. Sebelum dipanggang, taburi scones dengan campuran bubuk kayu manis dan gula.

Sultana Scones – Tambahkan ¾ – 1 cup sultanas ke adonan tepung.

KBB#25 – Fresh Strawberry Scones
Adapted from Quick & Tasty Muffins
ditulis oleh Ade Sri
Hasil 15 buah

1 cup wholemeal flour – saya pakai terigu biasa
2 tsp baking powder
pinch of salt
55 g sunflower spread – saya pakai salt reduced Meadow Lea spread
30 g caster sugar
100 g fresh strawberries, chopped
1/2 cup milk, plus extra for glazing – saya ganti plain yogurt, tuang sedikit-sedikit saja, tak perlu semua.

Preheat the oven to 220c. Put the flour, baking powder and salt in a large bowl. Lighty rub in the sunflower spread until the mixture resembles breadcrumbs.

crumbs

Mix in the sugar and strawberries, then ad enough milk to form a soft dough. Turn the dough out onto a floured surface, knead lightly then carefully roll to a thickness of 2 cm. Saya cetak pake ice cream scoop :p

doughCut out 12 rounds with a pastry cutter and place on a baking sheet. Brush with milk to glaze.

doloops scones

Bake in oven for 8-10 minutes, until well risen and golden brown. Transfer to a wire rack to cool. Saya tabur bubuk kayumanis.

Serve with creme fraiche and strawberries.

Logo Lulus SCONES

KBB#24: Rich Chocolate Tart

Tak banyak yang bisa saya ceritakan untuk tantangan KBB#24 kali ini selain ga sabaran bikinnya lalu hangus hahaha. Ini semua hanya karena cepet-cepet pingin icip plus karena saya menjadi salah satu host-nya yang berusaha submit on-time sebelum teriak-teriak ke anggota lain 🙂

kbb#24_ade sri_goodiebake

Kenapa bisa hangus, karena eh karena, ditengah pemanggangan gasnya habiz! Lalu untuk boost-up panasnya saya langsung tancap gas pol dan lupa mengecilkan volume apinya trus ditinggal *don’t do this at home ok*. Panik deh. Lalu panas-panas langsung dipotong dan dimakan berdua hubby. Tetep aja enak. Nom…nom…nom..

crust1

Tips dari saya mungkin, bikin crustnya di waktu terpisah biar cukup waktu untuk mendinginkan pasca diuleni maupun pemanggangannya. Saya? Ngebut dong…masuk freezer 15 menitan di tiap proses yang perlu pendinginan dan langsung panggang terakhir dengan isian cokelatnya.

filling1

Rasanya? Dijamin ngga akan ada sisa setelah dipotong. Jadi, abadikan dulu sebelum dihidangkan, ok! LOL.

crust process

Ini resepnya, saya buat setengah resep di loyang 20 cm.

KBB#24: Rich Chocolate Tart
Sumber: Best Food: Desserts. The Australian Women Weekly.
Untuk 10 porsi

Pastry
185g tepung terigu
25g coklat bubuk
55g icing sugar
150g mentega dingin, cincang
2 kuning telur
1 sdt air dingin

Campur tepung, bubuk coklat, gula dan mentega di dalam mangkuk FP (saya pakai tangan saja), lalu proses hingga tercampur rata. Masukkan kuning telur dan air, proses lagi hingga menggumpal. Uleni adonan hingga lembut. Tutup menggunakan plastik, dinginkan di kulkas selama 30 menit.

Panaskan oven, suhu sedang (moderate).

Giling adonan pastry hingga cukup lebar untuk memuat loyang tart bongkar pasang ukuran 24cm yang sudah diolesi mentega hingga ke sisi-sisinya (saya langsung tempel di loyang saja). Letakkan pastry ke dalam loyang, tekan-tekan ke sisi-sisinya, lalu ratakan pinggirannya. Tutup, dinginkan di kulkas selama 30 menit (saya masukin freezer 15 menitan, ngga ditutup pula :p).

Tutup pastry dengan baking paper, isi dengan kacang2an kering atau beras, letakkan di atas loyang oven. Panggang tanpa ditutup selama 15 menit. Keluarkan kertas dan kacang2an/beras, panggang lagi 10 menit hingga sedang kecoklatan. Dinginkan.

Chocolate Filling
4 kuning telur
2 butir telur
55g gula caster
80ml krim kental
300 DCC, lelehkan
1 sdt ekstrak vanilla (saya pake ground vanilla powder, dobel ukuran)

Buatlah pastry, lalu turunkan panas oven hingga suhu rendah (moderately slow).

Kocok kuning telur, telur dan gula caster di dalam mangkuk kecil dengan mixer hingga kental dan creamy. Masukkan krim, coklat dan ekstrak. Tuang adonan coklat ke dalam pastry yang sudah dipanggang. Panggang selama 30 menit atau hingga filling matang/set. Dinginkan selama 10 menit. Jika suka taburi dengan ekstra coklat bubuk, hidangkan.

Logo_Lulus_Juli_Ag_2011

KBB#23: Cheesy Fun with Lemon Cheesecake

Bermain dengan  keju ternyata memang asik. Terbukti belakangan ini isi blog saya berbau keju. Cuma orang yang ngga suka keju – seperti mamah saya – yang bilang eneg waktu saya bikin Cotton Cheese Cake, sampe dilepeh :P; kakak ipar yang saya suguhkan Lemon Cheese Cake  ini pas ultahnya kasih komentar enak dan “seimbang”.

bahan lemon cheese cake

Nah, resep kali ini saya dapat dari milis Klub Berani Baking untuk diselesaikan sebagai tantangan ke #23 yaitu Cheesy Fun: Lemon Cheese Cake.

Ada cerita yang sempet bikin saya drop down dan lemes seharian. Karena kesibukan, kue yang sudah jadi, sukses nganggur di kulkas hampir seminggu. Saya baru sempat tes foto sekali yang dilakukan pagi-pagi buta sebelum ngantor pasca bikin. Mungkin karena lama ga dicolek, asisten saya “gatal” dan berinisiatif untuk membawakan saya cheese cake itu sebagai pelengkap ransum makan siang ke kantor.

bahan crust lemon cheese cake

Terus terang sebelum berangkat kerja saya jarang sekali nengok dapur apalagi kulkas, karena kalau ga cepet-cepet berangkat nanti anakku keburu bangun dan ngamuk minta ikut atau malah ga boleh pergi. Alhasil, isi ransum harian saya terima beres dari si asisten setiap hari.

Jum’at pagi saya curiga, tas ransum saya dan suami kok sama beratnya dan ada 2 kotak makan di dalamnya. Waktu saya tanya, apa isi kotak yang satunya, sang asisten menjawab santai, “Kue ibu”. Hahh? Kue yang mana. “Kue ibu yang di kulkas”.

Sambil jalan, saya membuka kotak dan…*pingin nangis*. Kuenya diiris kecil-kecil dan memenuhi kotak. Padahal satu iris saja sudah cukup memuaskan hasrat lidah sebagai perasa. Suami saya bilang, disambung aja pake cream. Yeah right!

Bahan-bahan cheese cake ini saya beli tanpa melihat harganya, karena mahal. Disamping itu rencananya, saya akan foto ulang di Sabtu pagi setelah terang bukan subuh seperti di hasil tes foto ini. Pupus sudah harapan itu dan bikin lemas seharian.

the lemon cheese cake

Itu bagian yang tidak menyenangkan.

Bagian yang menyenangkan adalah ketika bikin keju mascarpone sendiri di rumah. Semudah itu? Wow. Yang melegakan, rasanya itu lho, ya ampun… beneran ngga eneg dengan sensasi segarnya sultana dan rasa khas dari crust-nya. Beda dengan cheese cake yang biasa saya beli dari bakery ternama. Enak!

Lemon Cheesecake
Sumber: Successful Baking
 
Bahan-bahan :
Untuk 8-10 porsi
¼ cup port —– (*sejenis wine – bisa diganti)
¼ cup orange juice
75g sultanas
150g mascarpone
400g ricotta
125g gula kastor
2 btr telur, pisahkan kuning dan putihnya
3 buah lemon, parut kulitnya
60g tepung terigu
80g manisan apricot, iris tipis
 
Crust:
30g mentega tawar
185g kacang2an, haluskan
8 sdt gula kastor
4 sdt dark brown sugar
½ sdt bubuk kayu manis
¼ sdt bubuk mixed spice

 
step1

Panaskan oven 170C. Siapkan loyang ukuran 23cm, olesi dasar dan sisi2 loyang dengan mentega leleh. Alasi dasar loyang dengan baking paper, lalu olesi mentega leleh.

step2

Panasi port, orange juice, dan sultanas di dalam panci selama 5 menit. Angkat dari api, tutup dan biarkan selama 15 menit.
 
Crust: panaskan mentega hingga leleh, masukkan kacang2an, semua gula dan rempah-rempah; aduk rata. Letakkan di dasar dan sisi loyang, tekan-tekan supaya padat dan melekat.

step3
 

Kocok mascarpone dan ricotta hingga lembut, lalu masukkan gula, kuning telur dan parutan kulit jeruk, lalu masukkan tepung, aduk hingga rata dan lembut. Masukkan campuran sultanas-port-orange juice dan apricots.

step4a

Kocok putih telur di dalam mangkuk yang bersih dan bebas lemak hingga soft peaks. Masukkan putih telur kocok ke dalam campuran keju. Tuang ke dalam loyang, ratakan permukaannya.

step5

Letakkan loyang ke atas loyang oven/loyang biscuit (oven tray/baking tray), panggang selama 1 jam, atau hingga permukaan cheesecake set tengah-tengahnya dan berwarna emas kecoklatan di sekelilingnya. Matikan oven. Biarkan cheesecake di dalam oven dengan pintu dibuka sedikit selama 50-60 menit.
 
Keluarkan cheesecake dari oven. Gunakan pisau tumpul secara perlahan ke sekeliling cheesecake, lalu biarkan hingga betul2 dingin. Keluarkan cheesecake dari loyang dan dinginkan dalam kulkas selama 2 jam sebelum disajikan.

step6

 
Tips: olesi mentega leleh ke sekeliling loyang agak tebal sehingga crust kacang akan terbalut secara merata.

Apa yang terjadi di dapur saya?

  • Saya cuma bikin setengah porsi dengan loyang bulat 12 cm
  • Mascarpone yang tidak saya temui di pasar swalayan membuat saya memutuskan untuk bikin sendiri di rumah. Ini resep cara bikin mascarpone-nya.
  • Port saya ganti jus apel
  • Tanpa manisan apricot
  • Kacangnya pakai mete
  • Brown sugar saya ganti palm sugar, karena molasses yang saya punya, beku di freezer :p
  • Mixed spice saya ganti bumbu spekkoek

Hasilnya tetep maknyusss. Meski sempat bete tapi proses membuat dan cerita dibalik pembuatannya juga fun buat saya. Pas banget sama temanya, Cheesy Fun 🙂

Logo_Lulus_Cheesy_Fun