Cerita di balik Dapur

Sejak masih gadis, saya punya cita-cita memiliki dapur cantik dengan custom kitchen set yang posisinya bukan area sisa dan terpencil di belakang.  Dapur, bagi saya adalah jantung dari sebuah hunian. Selama ini kita menjemput rejeki demi sebuah dapur yang ngebul, maka dapur harus menjadi area utama tempat bercengkerama layaknya ruang keluarga.

Awalnya mau ganti lantai, tapi urung dilakukan karena ngga mau rugi ganggu produksi harian 😊
Car port. Kanan: rumah utama. Kiri: dapur Goodiebake.

Ketika pertama kali saya dibawa serta suami menempati rumah yang sekarang, keinginan itu tertunda karena cukup senang dengan dapur yang terpisah dari rumah utama dan ukurannya cukup besar. Hanya saja, si penakut ini harus melewati carport siang/malam di tengah panas atau hujan untuk menuju dapur…

Namun ketika dapur ini sekarang berubah fungsi menjadi dapur produksi bakulan Goodiebake, saya seperti kehilangan arah dan semangat hahahaha. Saya harus antri dan menunggu tim produksi selesai bila akan berkreasi, dimana mood mungkin sudah berubah ketika waktunya tiba atau lelah duluan dengan pekerjaan sebelumnya sehingga kegiatan urung saya lakukan. Produksi juga harus berhenti jika saya mengadakan siaran langsung demo masak, kelas online, atau kelas private. Agak kurang asyik.

Tidak ada yg terbuang; 2 dari daun jendela lama digunakan ulang sebagai pintu, sisanya menjadi jendela landscape lengkap dengan lubang anginnya.

Terobsesi dengan sebuah dapur milik tetangga Jepang di kompleks rumah mama mertua, yang lucu dan posisinya di depan rumah, jadi keliatan kalau saya lewat depan rumahnya, saya minta ijin suami untuk menyulap ruang tamu yang jarang dipakai untuk menjadi dapur. Eh, alih-alih ruang tamu, pak suami malah menawarkan teras rumah yang tentu saja nyambung dengan ruang tamu. Gayung bersambut, saya spontan setuju dan langsung panggil tukang konstruksi langganan.

Alhamdulillah proses dan progress berjalan lancar dan dimudahkan Allah termasuk urusan dana, saya bongkar semua tabungan hasil bakulan Goodiebake (kemudian bokek maksimal πŸ˜ƒ). Butuh 18 hari kerja untuk pemesanan kitchen set dan total pembangunan konstruksi 30 hari kerja termasuk merapikan area teras dan carport yang atapnya bocor.

Kini saya punya dapur pribadi nyaman yang lokasinya di dalam rumah, bersebelahan terbuka dengan ruang tamu yang beralih fungsi menjadi ruang makan, tempatnya tidak terpencil, bukan area sisa, terang benderang, dan memiliki sirkulasi udara bagus πŸ€—

Masing-masing anggota keluarga punya spotnya sendiri, ya buat makan, kerja, belajar, foto produk, santai-santai, eksperimen resep atau shooting 😍

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.