Sabun Mijel untuk Cuci Piring

Jika teringat tulisan saya yang memenangkan hadiah utama dari Blog Contest Tupperware tentang Resolusi EcoMom pada 2011 lalu, saya seperti mendapat dukungan penuh dari semesta bahwa semua keinginan idealis saya perlahan mulai tercapai.

Obsesi membuat sendiri perawatan tubuh dan kecantikan sudah dimulai dan yang masih dilakukan ini adalah pembuatan Sabun Mijel (minyak jelantah) yang saya lakukan untuk kesekian kalinya. Di rumah, ini hanya saya gunakan untuk mencuci piring.

Caranya, sabun yang sudah di-curing selama minimal 14 hari ini dipotong-potong atau parut, kemudian saya masukan ke dalam botol berisi air, kira-kira 1:1. Kemudian sabun didiamkan dan akan mencair dengan sendirinya, dalam beberapa jam sudah bisa digunakan. Bisa ditambah lagi dengan sedikit air atau gunakan begitu saja.

Kunci dari sabun ini adalah soda apinya yang membuatnya berbusa. Dimatangkan selama 14 hari supaya unsur NaOH ini menguap sempurna, karena jika tidak, akan berbahaya untuk kulit. Biasanya jadi kering dan keriput kalau sabunnya belum sempurna.

Dari resep dasar sabun minyak jelantah yang saya buat sebelumnya, kali ini saya menggunakan minyak kelapa karena di rumah tidak pakai minyak sawit. Dan yang membedakan adalah ukuran soda apinya. Saya gunakan aplikasi Soapcalc.net supaya presisi.

Kualitas sabun minyak jelantah kelapa ini memiliki tingkat kekakuan/keras 100, kebersihan 100, dan sangat berbusa. Saya tambahkan minyak pewangi lemon supaya segar.

Sabun Mijel
By Ade Sri Ishak, Goodiebake.com

Bahan:

500 gr minyak jelantah dari kelapa (bukan sawit)
190 gr air suling/galon/air rebusan pandan/air lerak
110,07 gr NaOH/soda api
100g arang bambu
15,5 gr fragrance oil lemon dan jeruk

Cara membuat:

  • Saring minyak jelantah ke dalam wadah, saya tuang ke panci sebanyak 600g untuk kemudian dimurnikan dengan arang.
  • Saya tambahkan potongan beberapa lembar pandan atau daun jeruk untuk bantu hilangkan bau minyak bekas.
  • Bakar dan barakan arang kemudian cemplungkan ke wadah minyak, minyak akan berasap, diamkan minimal 24jam, jangan ditutup supaya tidak bau jelantah. Setelah siap, saring dan pindahkan ke wadah stainless. Saya pakai wadah mixer yang tidak terpakai.
  • Di wadah lain, tuang soda api ke air. Hati-hati dan jangan terbalik ya, berbahaya. Diamkan 30 menit sampai suhu ruang.
  • Setelah siap, tuang air soda ke wadah minyak lalu kocok dengan mixer sampai “trace”, yaitu adonan seperti puding kental.
  • Pada tahap ini, bisa ditambahkan pewarna sabun dan pewangi. Saya pakai fragrance oil yang dijual di toko keperluan haji.
  • Tuang ke cetakan yang sudah dialasi kertas roti. Saya pakai cetakan nasi kotak, paper cup dan puding cup.
  • Setelah 2 hari keluarkan adonan dari cetakan dan angin-anginkan selama 4 minggu (proses curing) kemudian siap digunakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.