Makan Soto Bandung Cemplung, Ngga Harus ke Bandung…

Teringat waktu Ammar kecil, ketika umurnya menginjak 1 tahun, kami ikut outing sekeluarga (bertiga) ke Bandung dari kantorku. Di penginapa , waktu sarapan bersama baru siap sekitar jam 9 pagi, sementara jamnya Ammar sarapan lebih pagi, jam 7. Saat itu Ammar sudah doyan nasi, jadi aku pesankan Soto Bandung, yang paling edible untuk batita, ada lobaknya dan kuahnya bening. Dan, si gembul itu tentu saja doyan. Hehehehe.

Nah, untuk pertama kalinya, setelah 9thn berlalu, akhirnya aku bikin sendiri ini soto, tanpa harus ke Bandung pastinya. Berhubung cuaca juga mendukung untuk makan yang berkuah panas, ya, kan. Komentar Ammar? “Enak, pake banget, Mami!”. Yup, terbukti, pancinya masih panas, isinya sudah ludes, pemirsa!

Yang ini aku sebut Soto Bandung Cemplung ya, takarannya kira-kira, dan ngga ada yang ditumis, semua cemplung-cemplung, pakai panci bertekanan tinggi (presto). Biar cepat!

Soto Bandung Cemplung
By Ade Sri, Goodiebake.com
Yield: 5 porsi

Bahan:
2 liter air
250 gram daging sandung lamur
150 gram lobak, dipotong dadu
3-4 cm jahe, dimemarkan
4 batang serai, diambil batang serai, putihnya dimemarkan
1 ½ sendok makan garam, saya pakai Pink Himalaya
1 sendok teh merica putih bubuk (peppermill sekitar 25 kali putar)
1 sendok teh kaldu sapi organik, non MSG

Bumbu:
½ butir bawang bombay ukuran sedang, cincang
6 siung bawang putih, dimemarkan

Bahan Pelengkap:
2 tangkai seledri, diiris halus (yang bikinnya doyan 😋)
Bawang merah goreng secukupnya
100 gram kedelai goreng (putih dan hitam, kebetulan lagi ada)
Sambal hijau: haluskan cabe rawit rebus, garam, sedikit air, bawang putih rebus kalau suka.
Jus jeruk nipis (optional)

Cara membuat:

Siapkan panci presto, isi air, daging, dan cemplungkan semua bumbu dan bahan, kecuali lobak. Tutup panci dan didihkan, masak 30-40 menit dimulai dari air mendidih. Matikan api, biarkan uapnya hilang, baru tutupnya dibuka.

Lobak: Siapkan panci lain berisi air dan sedikit garam. Rebus lobak sampai tingkat kematangan yang diinginkan, saya suka ¾ matang biar ada teksturnya dan karena saya pikir akan dihangatkan, ternyata langsung habis 😅. Angkat dan tiriskan. Campur dengan kuah soto di panci presto.

Siap dihidangkan dengan bahan pelengkap. Segar banget, kan?

3 thoughts on “Makan Soto Bandung Cemplung, Ngga Harus ke Bandung…

  1. Waaa, aku juga hobi bikin sop atau kuah2 cemplung, praktis soalnya. Tapi biasanya bumbunya tak tumis biar wangi. Rencana bikin soto bandung ketunda mulu dari kapan tau, gara2 pas tinggal masak eh lupa kurang lobak sama kedelainyaa..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s