Tips Membentuk Anak Doyan Makan (Sehat)

a

Entah karena kebetulan atau memang anak saya punya stomach alert yang bagus, saya juga masih observasi. Pasalnya dalam 2 bulan terakhir dia selalu ‘jackpot’ ketika atau setelah makan ayam goreng cepat saji khas Amerika yang terkenal itu. Ini terjadi ketika menghadiri jamuan ulang tahun teman seumurnya. Kejadian yang pertama malah malu-maluin, ‘jackpot’ di tengah pesta. Duh! Berbeda sekali dengan keponakan yang dulunya sering saya bawa ke tempat-tempat seperti ini yang justru hobinya makan fastfood *nyesel juga meracuni keponakan sendiri*.

Yang kedua, dia sudah nolak ayamnya duluan, jadi cuma makan nasi putihnya saja. Tapi begitu saya coba lagi di rumah, keluar lagi juga semua isinya. Antara cemas dan lega, prediksi saya adalah karena anak saya tidak terbiasa dengan fastfood. Tanpa bermaksud meracuni, sepertinya saya mesti mencoba lain kali untuk pembuktian. Ini adalah kejadian yang menginspirasi saya untuk menulis catatan ini.

Apakah bunda mengalami hal serupa? Atau bunda malah punya masalah dengan anak yang ngga doyan sayur? Jangankan, buah dan sayur, makan aja susah ya, bun. Tenang, bunda, kita seperjuangan kok. Anak saya memang bukan tipe pemilih, tapi bukan berarti ngga pernah susah makan. Di bawah ini ada beberapa tips yang mungkin berguna buat bunda ya, silahkan dikomentari dan ditambahkan pengalaman bunda sendiri buat share kita bersama. Tante, om, papa, kakek dan neneknya juga boleh.

MENGENALKAN MAKANAN SEJAK DALAM KANDUNGAN
Saya beruntung ketika direferensikan sebuah buku bagus sewaktu masih hamil muda, sehingga bisa langsung dipraktekkan.

Saya tidak pantang makanan apapun ketika itu, namun mengakali nafsu makan yang gila-gila-an saya pilih buah sebagai camilan setiap saat. Termasuk jeruk yang notabene tidak saya suka, 1x saja selama 9 bulan hehehe. Begitu juga dengan sayur dan ikan, apapun saya makan walau untuk sekali ini saja. Sayuran pertama pada minggu awal kehamilan saya adalah bayam, tak heran jika saat ini bayam digemari anak saya dan hampir semua buah, bahkan kismis. Namun demikian total kenaikan berat badan ketika saya hamil hanya bertambah 9kg saja sehingga saya sempat dilarang dokter berpuasa Ramadan karena dituduh kurang makan yang menyebabkan underweight. Padahal bayinya yang gembul.

Intinya, bunda, pastikan sehat pikiran dan badan sebelum dan saat hamil. Usahakan konsumsi makanan bergizi dan bervariasi sehingga zat-zatnya dapat dikenali calon bayi sejak dini. Dalam Al-Qur’an ditulis, Allah meniupkan ruh pada usia bayi 4 bulan jadi ajak dan tawari selalu si jabang bayi apa-apa yang akan kita makan, sambil ngobrol untuk mulai mendekatkan hubungan.

Anyway, buku yang saya baca adalah Secret of the Baby Whisperer by Tracy Hogg. Highly recommended!

ASI is the Breast (shuttershock)

ASI is the Breast (shuttershock)

ASI EKSLUSIF
Sebisa mungkin, usahakan memberikan ASI selama 6 bulan penuh dilanjutkan sampai usia 2 tahun, untuk memberikan pertahanan sempurna pada pencernaan sehingga si kecil benar-benar siap menerima makanan padat pertamanya setelah 6 bulan. Manfaat ASI, bisa dibaca disini dan fakta penemuan baru disini. Atau bergabung dengan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia untuk info seputar bayi dan menyusui.

PERKENALKAN JENIS MAKANAN SESUAI UMUR
Memperkenalkan makanan sesuai umur memastikan kesiapan pencernaan dan menjauhkan dari kemungkinan alergi. Itulah sebab mengapa ASI sangat disarankan untuk 6 bulan pertama, tanpa tambahan lain. Berbagai variasi makanan yang diperkenalkan sejak dini sesuai umur akan terekam dalam lidah dan ingatan si kecil yang akan dibawa sampai dia dewasa.

Bergabung dengan milis Asiforbaby bisa sharing dengan para bunda yang lebih berpengalaman, bukan hanya seputar ASI dan makanan pendampingnya (MPASI) tapi juga minta ASI!. Whole Some Baby Food adalah salah satu sumber yang juga paling sering saya kunjungi. Di situs ini terdapat bagan makanan padat pertama berikut beberapa resep pengolahan dan tips cara menyimpannya. Masih banyak sumber lain yang bisa dicari online dengan kata kunci MP-ASI, Air Susu Ibu, bayi dan sejenisnya. Saya juga membuat Menu MPASI 30 Hari Pertama hasil konsultasi saya dengan mama mertua yang ahli dibidang gizi. Bunda juga bisa mencari buku-buku seputar makanan sehat karangannya (biasanya bersama Tuti Soenardi), Susirah Soetardjo.

HINDARI INSTAN

Hindari makanan instan yang biasanya mengandung pengawet. Membuat dan meracik sendiri makanan untuk buah hati tercinta jauh lebih menyenangkan dan memberikan kepuasan tersendiri. Selain lebih sehat, rasanya juga lebih enak. Saya pernah suatu kali melakukan perbandingan untuk jenis yang sama, yaitu beras merah, polos. Rasanya ngga enak sama sekali.

Saya memperkenalkan mulai dari serealia dan karbohidrat yang dipadu dengan sayuran. Layaknya menu dewasa, diantara waktu makan, saya selingi dengan buah-buahan. Untuk ibu bekerja, cara ini yang saya lakukan:

  1. Make Ahead. Saya memasak setiap akhir pekan untuk beberapa hari ke depan sehingga mengurangi kerepotan di pagi hari. Cara ini membuat saya punya waktu untuk mengurus sendiri si kecil setiap hari sebelum bekerja. Lumayan, wara-wiri mampu menurunkan berat badan pasca melahirkan.
  2. Variasi Lengkap. Sekali masak, variasinya sekaligus lengkap; serealia, karbohidrat, sayur dan buah.
  3. Cetak & Bekukan. Semua hasil masakan saya cetak di papan ice cube untuk kemudian dibekukan. Setelah beku, pindahkan ke plastik klip atau container seperti Tupperware sesuai jenisnya. Lalu simpan kembali di freezer.
  4. Hidangkan. Siapkan pada kotak makan bertutup sesuai jadwal menu lalu simpan di kulkas bawah dan biarkan pada temperatur ruangan 30 menit sebelum waktu makan atau saya hangatkan pada mesin baby food warmer untuk kemudian dicampur dengan ASI yang juga dihangatkan. Saya selalu ingat betapa waktu makan adalah saat yang selalu ditunggu-tunggu bayi saya, mood-nya gembira dan semangat sekali.

TIDAK MENGGANTI MAKANAN UTAMA DENGAN CAMILAN

Sama halnya dengan orang dewasa, jika ngemil di waktu makan pasti akan menjadi kenyang duluan, kemudian jam makan jadi kacau. Jadi usahakan untuk tidak mengganti makanan utama dengan camilan, boleh ganti ASI dan coba lagi lain waktu. Saya biasanya mengganti dengan buah atau finger food dari sayuran. Sampai sekarang anak saya bersedia makan dengan sayuran kukus seperti wortel dan buncis layaknya lalap. Jika sehari saja ngga ketemu buah atau sayur, pasti pup nya ngga normal. *Grin*

SUASANA MAKAN YANG MENYENANGKAN

Makan bersama keluarga pastinya memberikan pengaruh yang baik bagi perkembangan si kecil karena akan ikut dengan kebiasaan kita. Ciptakan suasana yang menyenangkan dan membangkitan selera makannya, bisa sambil bercerita, mendengar musik, bermain atau nonton kartun.

JANGAN DIPAKSA

Hormatilah perut anak. Tawari dan beri makan jika dia lapar dan jangan dipaksa. Hal ini untuk menghindari kemungkinan yang akan memperburuk keadaan *duh lebay amat bahasanya* yaitu GTM, Gerakan Tutup Mulut. Lihat juga moodnya, rewel karena lapar atau ngantuk itu beti (beda tipis).

BUAT CAMILAN SENDIRI

Selain untuk alasan ekonomis, membuat camilan sendiri juga lebih sehat dan bisa disesuaikan dengan selera si kecil. Pastikan saja gizi dan nutrisinya seimbang. Hasilnyapun bisa dinikmati bersama dengan anggota keluarga yang lain.

CARI TAHU KEGEMARANNYA & BE CREATIVE

Crepe Apel

Crepe Apel

Jika sudah mulai sulit, bisa saja karena bosan atau memang lagi ngga pingin aja. Menu Bubur Gandum Pisang Kismis selalu berhasil untuk anak saya ketika sulit makan atau Tempe Goreng Keju. Sewaktu memasuki usia 9 bulan, saya coba buatkan anak saya bubur dengan sayuran yang beragam warna. Wortel, kacang polong, tomat, daun bawang, seledri, tahu, keju, kecap atau butter/margarin atau Macaroni Bayam Daging Keju atau baru-baru ini Krimi Penne Bayam Udang. Saya ngga khawatir akan seperti apa rasanya, yang penting isinya. Ternyata enak juga hahaha. Untuk makanan bernutrisi lain, bunda bisa coba Sup Krim Brocoli atau Carrot Cake ini. Cari tahu makanan kegemarannya secara spesifik lalu padu padankan dengan bahan lain yang ‘berisi’.

Bunda, catatan ini berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang saya miliki dimana pastinya bunda lebih mengenal dengan baik buah hati bunda sendiri karena aplikasi dari tips ini hasilnya akan berbeda untuk masing-masing anak. Jadi jangan menyerah dan tetaplah berpikir positif ya, bun. Good luck!

4 thoughts on “Tips Membentuk Anak Doyan Makan (Sehat)

  1. waaah great writing ade😀
    alhamdulillah Awl penyuka sayur, bener juga kata loe de, mungkin habbit makannya terbentuk sejak dari kandungan kali ya, dulu waktu hamil, gak pernah absen nenggak sari buah dan sayur, eko tuh yg rajin bikinin hihihi, n waktu bayi semua sayur dari sawi, wortel, lobak, bit, sampe alfafa masuk ke buburnya, Awl gak suka bubur instan (padahal pernah gue beliin).
    Untung sampe sekarag blm gue kasih icip fastfood, bukan karena sengaja tapi emang jarang makan fast food kita nya huahaha, makasih dah nginetin ya “no fast food” nya ^^

  2. Sip Intan, thanks sudah berkunjung. Seneng bisa share sesama emak-emak.

    Bener, kalo suka masak, ngapain ke fastfood, ya ngga?

    Ammar jg kenal fastfood sejak terima undangan ultah temen-teman seumurannya. Untung dia ga doyan xixixixi.

    Gua kunjungin balik ya blognya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s