Pindang Bandeng

Saya ingat Pindang Bandeng yang dibuat mama di rumah dulu selalu jadi rebutan antara yang masak, yaitu mama saya dan kakak saya. Saya sendiri saat ini sedang belajar untuk mengkonsumsi berbagai macam ikan non goreng. Tapi teuteup, yang digoreng emang favorit di keluarga kecil saya, terutama suami yang selalu request super kering. Alhasil, ini pindang yang cuma beberapa potong, tetep utuh. Jadinya saya kirim untuk mama aja yang hobi sama kepalanya. Bukan sisa, lho, ma. Tapi ga laku nih di Condet huehuehuehue.

p

[Pindang Bandeng]

Bahan:
Bandeng 1 ekor
1,5 sdm kecap manis
400 ml air
5 mata Asam jawa
2 sdm minyak untuk menumis

Bumbu yang disangrai dan dihaluskan:
1 ruas jari Jahe
5 siung Bawang merah
4 siung Bawang putih
1/2 sdt Kunyit bubuk
3 butir Kemiri

Bumbu utuh:
3 lembar Salam
2 batang Sereh, geprek
2 ruas jari Lengkoas
Garam secukupnya
Merica secukupnya

Hiasan:
2 buah Cabe merah, iris serong
1 buah Tomat, potong-potong

Cairkan asam dengan sedikit air. Bersihkan dan kerat ikan lalu potong 3 bagian. Rendam dengan air asam jawa selama 5 menit. Sisihkan.
Siapkan panci penggorengan anti lengket, panaskan minyak dan tumis bumbu halus sampai harum.
Masukkan semua bumbu utuh, aduk-aduk sampai harum, lalu tambahkan air dan kecap. Diamkan sampai mendidih.
Masukkan bandeng, masak sampai matang.
Tambahkan irisan cabe dan tomat. Angkat, hidangkan.

3 thoughts on “Pindang Bandeng

  1. aku suka pindang bandeng… jadi inget ibu di rumah.. paling suka embat kepala bandeng… jadi klop… aku ga terlalu suka bagian kepala, ibu doyan bgt…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s