8 Rahasia Dibalik Kelezatan Masakan

Julia Child courtesy of www.chromoz.com

Julia Child courtesy of http://www.chromoz.com

Seperti halnya menyanyi, pada dasarnya setiap orang baik lelaki maupun perempuan pasti bisa memasak, sejauh dia bisa menyalakan kompor. Yah, minimal merebus air dilanjutkan dengan mencemplungkan mie instan lalu mencampurnya dengan racikan bumbu di mangkuk. Setingkat lebih tinggi dari itu adalah bikin nasi goreng. Bener ngga?

Di otak saya, ada beberapa poin yang mendukung kelezatan sebuah masakan, walau sekedar mie instan atau nasi goreng. Ini diantaranya:

  1. BAKAT & KETURUNAN
    Bakat pembawaan adalah pemberian Tuhan yang patut disyukuri. Bakat ini harus terus digali dan dipancing supaya bisa terus berkembang. Darah yang diturunkan dari leluhur kita juga ikut memberi pengaruh. Inilah awal muasal pepatah, buah jatuh tak jauh dari pohonnya.
  2. KEMAUAN
    Ini yang paling penting. Sebagus apapun bakat yang kita miliki, semahal dan selengkap apapun peralatan dapur dan bahan makanan yang ada, kalau otak mengirim sinyal ‘malas’ ke hati, tangan dan kaki ya ga akan jadi makanan apapun. Boro-boro enak.
  3. LINGKUNGAN
    Yang jelas lingkungan juga mendukung. Entah itu keluarga, teman dan tetangga. Biasanya kalo ibunya punya bisnis catering, hampir otomatis anak-anaknya juga ikutan berkecimpung didalamnya. Yah, minimal si anak bisa dan mengerti. Dukungan terbesar dari lingkungan adalah seringnya masakan kita kurang awet atau cepat raib dibuang ke perut yang menandakan hasil karya kita cukup enak *atau kelaparan karena menunggu hasil yang terlalu lama*.
  4. BISA KARENA BIASA
    Practice makes perfect. Semakin biasa kita memasak, semakin kita menjadi pandai. Dalam arti, menghapal dan meracik bumbu, merajang sayuran, mix n match menu dan berkreasi dengan imajinasi. Mirip kayak cook helper yang naik jabatan jadi sous chef lah. *But nobody is perfect. So why practice? Coba, why? Why? Sepertinya saya sudah mulai gila*
  5. TEKNIK
    Perhatikan tips, trik dan teknik mengolah bumbu dan bahan makanan. Kelamaan ngocok mentega, kukis bisa mbleber. Salah rebus, daging pasti alot. Cari informasi tips, konversi ukuran, suhu atau pengganti bahan sebagai guideline jika perlu.
  6. BELAJAR
    Terinspirasi dari Julia yang dibintangi Meryl Streep di film Julie & Julia yang masuk sekolah masak Cordon Bleu karena ingin mengisi waktu luang dengan positif ketika ikut suaminya bertugas di Perancis, tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar. Belajar apapun dapat membantu kita membentuk diri menjadi seseorang. Ngga cuma dari bangku sekolah, buku resep, belajar masak bisa dari TV, majalah, milis, internet bahkan pengalaman orang lain yaitu ibu. Jangan lupa, jadilah Chef 2.0 yang mashable *halah apa sih*.
  7. KARENA TERPAKSA
    Ini mah bukan rahasia. Terpaksa aja harus masak karena satu dan lain hal. Lalu kebetulan pula hasilnya enak (kecuali air ya, pilihannya cuma 2: mateng atau kering). Itu juga kalo yang makan terpaksa karena ngga ada pilihan lain. *piss*
  8. PERASAAN & KETULUSAN HATI
    Bakat sudah, kemauan oke, latihan setiap hari tapi kalo tidak dilakukan pakai perasaan…kurang maknyuss. Perasaan kebanyakan garam, perasaan kurang gula, perasaan pingin bikinin suami indomie dan perasaan-perasaan lainnya (eh, ada ngga ya yang sewot ‘lu masak ga pake perasaan apa ya? Kuah mie banjir begini!’). Feeling gitu loh…feeling! Masak itu juga kudu pake cinta, suasana hati harus riang, ceria dan ikhlas melakukannya. Hey, masak itu seni lho. Resep boleh sama tapi proses dan hasilnya bisa abstrak karena tergantung persepsi dan selera lidah masing-masing. Jadi, kalo kita masih menganggap ‘ngga ada yang seenak masakan emak gue’ ya karena itu, emak kita masaknya setulus hati, pake cinta yang dipersembahkan seorang ibu buat buah hatinya. *tanya emak, ah*

Ada yang masih mengganjal yah, tadi apa hubungannya sama nyanyi? Iya, maxute, bisa nyanyi Indonesia Raya kan? Nah, berarti bisa nyanyi. Bisa merebus air kan, berarti bisa masak. Judulnya masak air. Kalo yang ini ngga perlu poin-poin diatas hehehehe.

5 thoughts on “8 Rahasia Dibalik Kelezatan Masakan

  1. IMHO, bakat dan keturunan cuma menyumbang ga sampe 10% dari sebuah kemampuan. Minat dan keinginan bisa mengalahkan ketiadan bakat untuk skill, kecuali skill nyanyi dan modelling yak.. nyerah deh gw hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s