Ibu dan Internet: Bersahabat dengan Chef Google

Jika pada tahun 90an saya penasaran dengan definisi internet, melalui Google, kini keingintahuan itu selalu terjawab dengan sukses. Internet bagi saya bagaikan hipnotis tanpa mantera, dia mampu menyeret saya dari situs satu ke situs lainnya. Internet membuka wawasan saya akan banyak hal dari semua bidang yang saya minati, berawal dari ketika saya menjadi seorang ibu.

Melahirkan seorang anak, tentu merupakan saat paling bahagia bagi ibu manapun di seantero jagad. Tak terkecuali saya yang mandiri dan biasa hidup terpisah dari orang tua. Saya sadar, memutuskan untuk mengurus dan membesarkan anak tanpa “pengaruh besar” sang eyang (mama dan mama mertua) membutuhkan komitmen tinggi. Menciptakan anak sehat dan cerdas tentu saja lekat dengan lingkungan, pendidikan serta gizi dan nutrisi yang mendukung tumbuh kembangnya. Disini saya dituntut untuk cekatan dan kreatif dalam membentuk cikal bakal penerus bangsa yang andal.

Saya memulainya dari makanan (ASI, MPASI) dimana kekuatan internet berperan sangat besar menghadapi kekhawatiran saya yang haus akan informasi tentang mitos-mitos seputar bayi dan makanannya.

Panduan relaktasi, langkah memerah dan menyimpan ASI sampai jadwal dan daftar makanan padat pertama lengkap dengan resep-resep sehat dan sederhana saya dapatkan dari Komunitas Asi For Baby (AFB) dan Wholesomebabyfood.com yang keduanya diperkenalkan oleh Google. Informasi tersebut saya kompilasi dan telah sukses menjadi “ice breaking” antara saya dan ibu baru lainnya di tempat saya bekerja, ditambah hasil aplikasinya terhadap bayi saya yang kini berusia 2 tahun, membuktikan bahwa berinternet dapat memberikan pengaruh yang positif jika digunakan dengan baik. Dengan berat dan tinggi badan sekitar 13kg/ 75cm, Ammar sukses menjadi penggemar sayur dan buah dan hingga kini masih mendapatkan (sedikit) ASI. Mau? Mau? Mau?

Tidak sulit kok berinteraksi dengan Google yang telah menjadikan saya Koki Handal (hanya) bagi anak (dan suami saya) hehehehe. Kuncinya adalah mengetahui apa yang ibu inginkan dan menjadikannya sebagai kata kunci pencarian. Misalnya ibu ingin mencari informasi makanan padat pertama, “solid food” bisa menjadi kata kuncinya, kemudian Google akan memberikan sederetan daftar referensinya (ada sekitar 54,400,000 hasil pencarian tentang solid food).

Jadi, sepanjang terkoneksi dengan internet, tidak usah khawatir jika ibu tidak pandai meracik makanan namun ingin terampil melakukannya, mari bersahabat dengan Chef Google.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s